Kata-Kita Bahas Sosial Media

Kata-Kita Vol. 3

#edukasimediasosial

Sosial Media dan Era Digital



Sosial media tak kenal usia, tua, muda, anak-anak semua bisa bersosial media. Hal itu sering dujumpai di sekitar kita. Seseorang sering berbagi momen yang dialami dalam media sosial untuk memberitahu orang lain atau sekedar untuk koleksi pribadinya.

Doc. World Wide Instameet 2018 Indonesia


Bicara soal media sosial, siapa tak tahu instagram. Kita tahu kekuatan media sosial di era digital sangat kuat sekali. Gara-gara Instagram ada dua hati yang dipertemukan, dua insan yang saling mendapatkan, saling bertukar pikiran dari apa yang mereka bagikan , ada yang bergabung dengan sebuah kelompok, lalu saling menularkan hal positif satu sama lain.

Namun, kadang beberapa pribadi tak bertanggung jawab juga menggunakan instagram sebagai tempat untuk berbuat yang kurang baik. Seperti ujaran sara, adu domba, dan berargumen negatif. Ya mau bagaimana lagi, namanya juga media sosial. Penduduknya pun beragam, kalau kamu termasuk yang mana.

Terlepas dari kedua hal tadi, adanya media sosial kadang membuat beberapa dari kita terlihat aneh. Bagaimana tidak, beberapa dari kita bahkan mampu terpengaruhi perasaanya karena hanya dengan melihat profil dari media seseorang saja, yang kadang membuat kita kasmaran sebelum perkenalan.seperti mendamba sebelum berjumpa. Ya seperti itu lah misalnya. Kamu sudah pernah seperti itu. Hehe

Betapa canggihnya jaman sekarang basa-basi dianggap lebih menarik dibanding puisi, swafoto lebih meyakinkan dibanding gerak ajakan dan sebaris kalimat pesan lebih menghangatkan dibanding sebuah pelukan. Tak perlu lagi basa-basi meminjam pulpen untuk dapat bertemu kembali dan saling mengetahui lebih dalam, jika dengan tahu nama akun instagram saja semua informasi sudah bisa berada dalam gengam.

Instagram itu toxic?

Banyak orang bilang kalau instagram itu toxic, bikin males, bikin kecanduan, tempat pamer. Emang sih kaya gitu, tapi kayanya itu cuma buat kamu yang kurang explore aja deh. Jadi begini,  ngomong soal instagram itu toxic. Instagram memiliki kekuatan yang besar, bukan hanya untuk pamer kesenangan. Jauhkan pikiranmu dari hal semacam itu. Simple aja, apa yang kau tanam itu apa yang kau tuai. Kalau kamu ngerasa instagram kamu itu toxic, coba cek kembali daftar pengguna yang kamu ikuti. Mereka suda menyebarkan hal positif atau tidak. Dan jika kamu tak suka oleh konten apa yang seseorang sajikan, ya jangan di follow, sederhana kan. Jadi yang bikin toxic itu bukan instagram, tapi diri kita sendiri.


Menurutku, instagram juga membantu kita untuk berpikir terbuka.  Mulai dari bagaimana cara mengelola pengikut yang beraneka ragam, membalas komentar yang disampaikan oleh sesama pengguna, dan mempelajari kepribadian seseorang dari akun sosial medianya. Karena sosial media merupakan representasi dari seseorang.


Be creative and inspiring people

Bagi aku instagram itu, ya tempat berekspresi.
Mau yang suka foto, suka video, dari foto yang ala fotografer, foto minimalis, foto pake handphone jadul (jaman dulu) atau bahkan foto selfie yang isinya muka semua.
Semua orang itu punya caranya sendiri dalam berekspresi, mereka juga berhak untuk bahagia.
Jadi, ya kita seharusnya tidak boleh menjudge begitu saja setiap orang mau posting apa. Ya karena itu cara dia menunjukan ekspresinya.


Jadi poin utamanya : hargain aja apa yang orang lain itu posting selama tak bertentangan dengan norma dan hukum. Karena semua orang memiliki cara sendiri untuk berbagi dan berkarya. Ingat juga, namanya juga sosial media. Ya isinya juga beragam, jangan mudah tersinggung. Disini bukan cuma kamu yang punya perasaan lho.

Jadi, instagram bukan hanya tempat untuk mencari endorse, lebih dari itu. Instagram adalah tempat untuk mencari teman sebanyak-banyaknya dan relasi seluas-luasnya. Harapanya, dengan semakin banyak orang yang kita kenal maka peluang kita untuk mewujudkan sesuatu yang kita inginkan semakin besar pula. Ya, Instagram connecting us.

Sekian dulu bahasan kita untuk minggu ini, seperti biasa. Terimakasih atas segala perhatian, jangan lupa bahagia sebagaimana mestinya dan selalu yakin bahwa dirimu istimewa

See y









Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

5emarak Dies Natalis Untidar

Ada Apa Dengan Konvergensi Media